Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pertamina akui distribusi LPG 3 kg di Pantura Timur terganggu akibat cuaca buruk 

PT Pertamina Region Jawa Bagian Tengah mengoptimalkan pengiriman LPG dari Rembang dan Semarang sehingga konsumen tidak perlu khawatir terkait pasokan LPG 3 kg. Sebab pihaknya sedang melakukan upaya recovery atau pemulihan.

Pertamina akui distribusi LPG 3 kg di Pantura Timur terganggu akibat cuaca buruk 
X
Ilustrasi. Foto: Antara/elshinta.com.

Elshinta.com - PT Pertamina Region Jawa Bagian Tengah mengoptimalkan pengiriman LPG dari Rembang dan Semarang sehingga konsumen tidak perlu khawatir terkait pasokan LPG 3 kg. Sebab pihaknya sedang melakukan upaya recovery atau pemulihan.

Hal ini dikarenakan kondisi cuaca dan gelombang tinggi sehingga kapal pengangkut LPG tidak bisa sandar di Temporary Supply Point LPG Rembang pada Rabu, 13 Maret 2024.

Brasto Galih Nugroho, Area Manager Communication Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengungkapkan disamping kapal terlambat sandar ke Temporary Supply Point LPG karena cuaca buruk, penyaluran juga dilakukan dari Semarang dan Gresik namun terkendala banjir yang melanda Semarang sehingga penyaluran LPG 3 kg belum optimal. Adapun banjir Semarang sudah surut. Kapal juga berhasil sandar di Temporary Supply Point pada Sabtu, 16 Maret 2024.

Berdasarkan informasi BMKG (Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika) gelombang tinggi yang terjadi di perairan Laut Jawa disebabkan oleh kemunculan tiga bibit siklon tropis secara bersamaan yang mampu meningkatkan potensi awan hujan, kecepatan angin dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah siklon tropis. Dimana Jawa Tengah merupakan wilayah potensi terdampak dengan kategori waspada.

Ditambahkan, Sesuai surat Direktur Jenderal Migas No. T-190/MG.05/DJM/2023 tanggal 8 Januari 2023 perihal Kewajiban Penyediaan dan Pendistribusian LPG Tabung 3 Kg dari pangkalan pangkalan terjadi perubahan aturan, dimana pangkalan diwajibkan mendistribusikan minimal 80 persen LPG subsidi langsung kepada konsumen akhir mulai 1 Maret 2023.

Sedangkan sebelumnya, peruntukkan untuk konsumen akhir adalah minimal 70 persen. Perubahan komposisi tersebut untuk memastikan distribusi LPG 3 kg lebih banyak dijual di pangkalan LPG 3 kg untuk konsumen akhir. Adapun sejatinya LPG 3 kg adalah untuk rumah tangga, usaha mikro, petani sasaran, dan nelayan sasaran. Untuk rumah tangga menengah ke atas dan usaha di atas level mikro, kami mengimbau menggunakan LPG nonsubsidi.

"Yang penting jangan panic buying. Proses pemulihan sedang dilakukan dan perlu waktu. Yang tidak miskin jangan beli LPG subsidi", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (18/3).

Sementara itu, banjir besar yang terjadi di Karanganyar Demak kembali melimpahkan pantura Kudus-Demak sehingga pihak Peryamina untuk penyaluran ke Kudus, Pati, dan Jepara per hari ini melalui Rembang dan Semarang. Kalau dari Semarang, dilakukan melalui jalur alternatif Alternatif Semarang ke Kudus : Trengguli - Mijen - Welahan - Jepara - Kaliwungu - Kudus. Hal tersebut karena banjir Demak.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire